Buat Reservasi Sekarang!
Whatsapp

Setelah hari yang penuh stres, tidak sedikit orang mencari pelarian melalui makanan favorit, camilan manis, atau makanan tinggi kalori. Namun, yang sering tidak disadari adalah munculnya keluhan seperti kaki terasa lebih berat, mudah pegal, atau tidak nyaman setelahnya. Kondisi ini bukan hanya soal kelelahan atau makan berlebihan. Dalam jangka panjang, kebiasaan yang dikenal sebagai emotional eating dapat mempengaruhi kesehatan pembuluh darah dan berkontribusi pada berbagai masalah sirkulasi, termasuk varises.

Apa Itu Emotional Eating?

Emotional eating adalah kecenderungan makan sebagai respons terhadap emosi, seperti stres, cemas, sedih, atau bahkan bosan. Dalam kondisi ini, makanan sering digunakan sebagai sumber kenyamanan, bukan karena tubuh benar-benar membutuhkan energi.

Akibatnya, seseorang cenderung mengkonsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak jenuh, dan makanan ultra-proses dalam jumlah yang lebih banyak dari kebutuhan tubuh.

Dari Stres ke Pola Makan yang Memicu Peradangan

Saat mengalami stres, tubuh menghasilkan hormon seperti kortisol yang dapat mempengaruhi nafsu makan dan pilihan makanan. Tidak heran jika banyak orang lebih memilih makanan manis, gorengan, atau makanan cepat saji saat sedang tertekan.

Jika berlangsung terus-menerus, pola makan seperti ini dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai inflamasi kronis tingkat rendah, yaitu peradangan yang terjadi secara perlahan di dalam tubuh tanpa gejala yang jelas pada awalnya.

Peradangan ini tidak hanya mempengaruhi metabolisme, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan pembuluh darah.

Bagaimana Peradangan Mempengaruhi Pembuluh Darah?

Pembuluh darah yang sehat memiliki dinding yang elastis dan mampu menjaga aliran darah tetap lancar. Namun, paparan peradangan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi pembuluh darah dan memengaruhi kualitas sirkulasi.

Selain itu, pola makan tinggi garam juga dapat meningkatkan retensi cairan, yang membuat kaki terasa lebih berat dan bengkak, terutama setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama.

Meski keluhan ini tidak selalu berarti seseorang mengalami varises, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu sinyal bahwa sistem vaskular sedang bekerja lebih keras dari biasanya.

Apa Hubungannya dengan Risiko Varises?

Varises terjadi ketika katup pada pembuluh darah vena tidak mampu mengalirkan darah kembali ke jantung secara optimal. Akibatnya, darah berkumpul di tungkai dan menyebabkan pembuluh darah melebar.

Faktor seperti kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, pola makan yang buruk, dan peradangan kronis dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem vena. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan terkait varises atau memperburuk kondisi yang sudah ada.

Karena itu, menjaga kesehatan pembuluh darah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik, tetapi juga dengan cara mengelola stres dan pola makan sehari-hari.

Jangan Tunggu Sampai Varises Semakin Mengganggu

Kesehatan pembuluh darah dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola makan, gaya hidup, dan kondisi psikologis. Karena itu, pendekatan yang komprehensif menjadi penting untuk memahami penyebab keluhan yang muncul.

Jika Anda mulai merasakan kaki berat, mudah lelah, atau melihat vena yang semakin terlihat, konsultasikan kondisi Anda di Jakarta Varices Clinic (JVC). Tim multidisiplin JVC dapat membantu mengevaluasi kesehatan pembuluh darah secara menyeluruh dan menentukan langkah penanganan yang sesuai sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.


Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia

EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.


Sumber: 

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5918520

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *