Buat Reservasi Sekarang!
Whatsapp

“Kalau saya merasa sehat, kenapa harus cek tekanan darah?” Justru di sinilah hipertensi sering terlambat diketahui. Tekanan darah tinggi kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga seseorang bisa merasa baik-baik saja sementara tekanan darahnya sudah berada di atas batas normal.

Kasus Hipertensi di Indonesia Terus Meningkat

Pada Mei 2026, Kementerian Kesehatan RI menyebut prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai sekitar 31%, atau diperkirakan sekitar 50 hingga 60 juta penduduk. Hipertensi juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Yang membuat kondisi ini semakin sulit disadari, tidak merasa pusing atau sakit kepala bukan berarti tekanan darah pasti normal. Bahkan, Kemenkes melaporkan sekitar satu juta kasus hipertensi baru terdeteksi pada peserta Cek Kesehatan Gratis 2026 yang sebelumnya tercatat sehat.

Kenapa Tidak Boleh Menunggu Gejala?

Tekanan darah yang terus tinggi dapat memberikan beban pada jantung dan pembuluh darah. Dalam jangka panjang, pembuluh darah dapat mengalami perubahan struktur dan kehilangan elastisitas, sementara risiko kerusakan organ juga meningkat.

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah bukan hanya dilakukan saat tubuh terasa tidak nyaman. Deteksi rutin membantu menemukan masalah lebih awal, sebelum berkembang menjadi komplikasi.

Berapa Tekanan Darah yang Normal?

Sebagai patokan umum, tekanan darah normal pada orang dewasa berada di sekitar 120/80 mmHg. Angka pertama menunjukkan tekanan sistolik, sedangkan angka kedua adalah tekanan diastolik.

Namun, satu kali hasil pengukuran belum tentu menggambarkan kondisi secara keseluruhan. Tekanan darah dapat berubah karena aktivitas, stres, kurang tidur, atau kondisi tubuh saat pemeriksaan.

Karena itu, pemeriksaan secara berkala tetap penting, terutama jika hasil pengukuran sering berada di atas batas normal.

Tidak Ada Gejala Bukan Berarti Bebas Dari Hipertensi

Tidak memeriksa tekanan darah tidak membuat risikonya menghilang. Justru, tanpa pemeriksaan, kondisi yang tidak terasa dapat terus berkembang tanpa diketahui.

Di Jakarta Varices Clinic (JVC), evaluasi kesehatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh, termasuk membantu menilai kondisi jantung dan pembuluh darah sesuai kebutuhan Anda.

Jangan tunggu gejala muncul untuk mulai peduli. Konsultasikan kondisi kesehatan Anda bersama tim dokter JVC untuk mendapatkan evaluasi yang lebih terarah.


Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia

EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.


Sumber:

https://www.tvonenews.com/lifestyle/441105-kasus-hipertensi-di-indonesia-terus-meningkat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *