Buat Reservasi Sekarang!
Whatsapp

Nyeri betis yang tetap terasa setelah aktivitas berhenti bukan keluhan yang sebaiknya terus diabaikan. Bisa saja penyebabnya hanya kelelahan otot, tetapi nyeri yang menetap juga dapat berkaitan dengan masalah pada otot maupun aliran darah di kaki.

Kenapa Betis Bisa Terasa Nyeri?

Nyeri pada betis dapat muncul karena beberapa hal, terutama setelah aktivitas fisik yang cukup berat. Beberapa faktor yang dapat memicunya antara lain:

  • Olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan
  • Berdiri atau duduk terlalu lama
  • Kurang peregangan sebelum dan setelah beraktivitas
  • Cedera atau ketegangan otot
  • Dehidrasi atau kurang elektrolit
  • Gangguan aliran darah pada kaki

Jika nyeri muncul setelah aktivitas dan berangsur membaik dengan istirahat, penyebabnya bisa berkaitan dengan otot. Namun, ketika keluhan terus berulang atau tidak kunjung membaik, penyebabnya perlu diperhatikan lebih lanjut.

Kaitan dengan Varises

Akan tetapi, apabila rasa sakit tersebut sering kambuh dan dibarengi sensasi kaki terasa berat, munculnya corak pembuluh darah kebiruan, atau pembengkakan saat menjelang malam, hal ini patut dicurigai sebagai indikasi awal adanya hambatan pada sirkulasi darah, termasuk risiko varises. Varises terjadi ketika katup pada pembuluh darah kaki tidak bekerja optimal, sehingga darah lebih mudah berkumpul di kaki. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa berat, pegal, nyeri, atau kaki mudah lelah, terutama setelah berdiri atau duduk dalam waktu lama.

Seringkali kondisi ini terabaikan karena menyerupai kelelahan otot secara umum, padahal penundaan penanganan dapat mengakibatkan penurunan kualitas aliran darah yang lebih signifikan di masa mendatang.Keluhan yang awalnya ringan dapat berkembang jika gangguan aliran darah terus berlangsung. Karena itu, jangan hanya menunggu sampai pembuluh darah terlihat semakin menonjol.

Kapan Perlu Diperiksa?

Perhatikan jika nyeri betis:

  • Tidak membaik meski sudah beristirahat
  • Sering muncul kembali tanpa aktivitas berat
  • Disertai kaki terasa berat atau cepat lelah
  • Disertai pembengkakan
  • Muncul bersama perubahan warna kulit atau pembuluh darah yang semakin terlihat

Nyeri betis yang tiba-tiba disertai pembengkakan, kemerahan, atau terasa hangat juga perlu segera mendapatkan evaluasi medis, karena dapat berkaitan dengan kondisi pembuluh darah yang lebih serius.

Jangan Tunggu Nyeri Betis Makin Mengganggu

Nyeri di bagian depan betis memiliki banyak kemungkinan penyebab. Screening pembuluh darah dapat membantu dokter melihat apakah ada gangguan aliran darah yang mendasari keluhan Anda.

Di Jakarta Varices Clinic (JVC), pemeriksaan dapat dilakukan secara komprehensif untuk membantu memahami kondisi pembuluh darah dan menentukan langkah yang sesuai.

Jika nyeri betis tidak kunjung membaik, jangan hanya menunggu. Jadwalkan screening di JVC untuk mengetahui kondisi kaki Anda lebih jelas.


Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia

EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *