Buat Reservasi Sekarang!
Whatsapp

Sudah mencoba berbagai pola makan dan olahraga, tetapi ukuran paha atau betis terasa tidak banyak berubah? Atau tubuh bagian atas terlihat lebih kecil dibanding bagian bawah? Kondisi ini sering dianggap sebagai penumpukan lemak biasa, padahal dalam beberapa kasus bisa menjadi tanda lipedema.

Lipedema adalah kondisi medis kronis yang menyebabkan penumpukan lemak secara tidak normal di bawah kulit, terutama pada area paha, betis, bokong, dan terkadang lengan. Karena gejalanya sering menyerupai kelebihan berat badan, banyak penderita tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi yang berbeda.

Apa Itu Lipedema?

Lipedema merupakan gangguan distribusi lemak yang umumnya terjadi pada wanita dan sering muncul atau memburuk setelah perubahan hormonal, seperti pubertas, kehamilan, atau menopause.

Berbeda dengan lemak tubuh pada umumnya, jaringan lemak pada lipedema memiliki karakteristik khusus dan tidak selalu merespons diet maupun olahraga seperti yang diharapkan.

Lipedema vs Lemak Biasa: Apa Bedanya?

Meski sekilas tampak serupa, terdapat beberapa perbedaan penting antara lipedema dan penumpukan lemak biasa.

1. Bentuk Tubuh Menjadi Tidak Proporsional

Pada lipedema, penumpukan lemak umumnya terjadi secara simetris pada kedua kaki atau lengan. Tubuh bagian bawah dapat terlihat jauh lebih besar dibanding tubuh bagian atas.

Salah satu ciri khasnya adalah area kaki dan telapak kaki sering tetap berukuran normal, sehingga terlihat batas yang cukup jelas antara area yang terdampak dan yang tidak.

2. Sulit Berkurang Meski Berat Badan Turun

Lemak biasa cenderung berkurang ketika terjadi penurunan berat badan secara menyeluruh. Pada lipedema, area yang terdampak sering tetap membesar meskipun berat badan sudah turun.

Inilah yang membuat banyak penderita merasa frustasi karena usaha diet dan olahraga tidak memberikan perubahan yang sebanding pada bagian tubuh tertentu.

3. Menimbulkan Keluhan Fisik

Selain perubahan bentuk tubuh, lipedema juga dapat disertai gejala seperti:

  • Kaki terasa berat
  • Mudah memar tanpa benturan yang jelas
  • Nyeri atau sensitif saat ditekan
  • Rasa tidak nyaman setelah berdiri lama
  • Pembengkakan yang semakin terasa di penghujung hari

Keluhan ini umumnya tidak ditemukan pada penumpukan lemak biasa.

Mengapa Lipedema Sering Tidak Terdeteksi?

Karena tampilannya menyerupai obesitas atau kelebihan berat badan, lipedema sering kali tidak dikenali sejak awal. Akibatnya, banyak penderita hanya berfokus pada penurunan berat badan tanpa memahami kondisi yang mendasarinya.

Padahal, identifikasi yang tepat dapat membantu menentukan strategi penanganan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Pentingnya Evaluasi Komprehensif

Tidak semua pembesaran pada area paha atau betis disebabkan oleh lipedema. Faktor gaya hidup, komposisi tubuh, pola makan, retensi cairan, hingga kondisi pembuluh darah juga dapat berperan.

Karena itu, evaluasi secara menyeluruh menjadi langkah penting untuk memahami penyebab perubahan bentuk tubuh yang terjadi dan menentukan pendekatan yang paling tepat.

Pahami Kondisi Tubuh Anda Melalui Pendekatan yang Menyeluruh di JVC

Di Jakarta Varices Clinic (JVC), evaluasi tidak hanya berfokus pada kesehatan pembuluh darah, tetapi juga dilakukan secara komprehensif bersama tim multidisiplin. Melalui konsultasi dengan nutritionist, analisis komposisi tubuh, pola makan, serta faktor kesehatan lainnya dapat dilakukan untuk membantu memahami apakah perubahan bentuk tubuh yang terjadi berkaitan dengan lemak biasa, lipedema, atau kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus.

Karena penanganan yang tepat selalu dimulai dari pemahaman yang tepat terhadap kondisi tubuh Anda.


Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia

EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.


Sumber: 

https://clinichunter.com/blog/lipedema-or-just-fat-how-to-tell-the-difference-between-normal-fat-and-lipedema/

https://www.lipedemaacademia.com/en/articles/lipoedem-oder-adipositas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *