
Luka kecil di kaki yang tidak kunjung menutup sering kali dianggap sepele. Sudah diobati berkali-kali, tetapi tetap muncul, mengeluarkan cairan, atau justru semakin membesar. Kondisi ini bisa menjadi tanda venous ulcer, salah satu komplikasi varises yang terjadi akibat gangguan aliran darah pada pembuluh darah kaki.
Venous ulcer bukan muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya berkembang setelah bertahun-tahun ketika varises atau gangguan pembuluh darah tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Mengapa Varises Bisa Menyebabkan Luka Sulit Sembuh?
Pada varises, katup pembuluh darah tidak mampu mengalirkan darah kembali ke jantung secara optimal. Darah kemudian menumpuk di tungkai, meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah dan mengurangi suplai oksigen serta nutrisi ke jaringan sekitar.
Seiring waktu, kulit menjadi lebih rapuh dan kemampuan tubuh untuk memperbaiki jaringan ikut menurun. Akibatnya, luka kecil yang seharusnya sembuh dalam waktu singkat dapat berkembang menjadi luka kronis atau venous ulcer.
Tanda Awal yang Sering Diabaikan

Venous ulcer hampir selalu diawali oleh perubahan pada kulit yang berlangsung perlahan. Mengenali tanda-tanda ini dapat membantu mencegah luka terbuka yang lebih sulit ditangani.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan meliputi:
- Kaki terasa berat dan bengkak setiap hari
- Varises yang semakin jelas terlihat
- Kulit di sekitar pergelangan kaki berubah menjadi kecoklatan
- Kulit terasa gatal, kering, atau mengeras
- Luka kecil yang tidak membaik dalam beberapa minggu
Semakin lama gangguan pembuluh darah dibiarkan, semakin tinggi risiko terbentuknya venous ulcer.
Mengapa Evaluasi Dini Sangat Penting?
Venous ulcer bukan hanya masalah pada permukaan kulit. Luka ini merupakan tanda bahwa gangguan sirkulasi darah sudah berlangsung cukup lama. Jika penyebab utamanya tidak ditangani, luka dapat terus berulang meskipun sudah diberikan perawatan luka.
Karena itu, pemeriksaan pembuluh darah menjadi langkah penting untuk mengetahui sumber masalah dan menentukan penanganan yang tepat.
Pendekatan Komprehensif untuk Varises dan Venous Ulcer
Di Jakarta Varices Clinic (JVC), penanganan tidak hanya berfokus pada luka, tetapi juga pada penyebab utamanya. Melalui pemeriksaan Complete Leg Vascular Ultrasound, tim dokter dapat mengevaluasi kondisi pembuluh darah secara menyeluruh sebelum menentukan terapi yang sesuai, termasuk pilihan terapi minimal invasif bila diperlukan.
Semakin cepat gangguan pembuluh darah dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi seperti venous ulcer. Jika Anda memiliki varises yang disertai perubahan warna kulit, pembengkakan, atau luka yang sulit sembuh, konsultasikan kondisi Anda bersama tim dokter Jakarta Varices Clinic (JVC) untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat sejak dini.
Telah ditinjau oleh:
Nadhifah
Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia
EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.
Sumber:
