
Betis sering terasa pegal, berat, atau mudah lelah? Banyak yang menganggapnya sebagai kelelahan biasa. Padahal, betis memiliki peran penting dalam membantu sirkulasi darah, bahkan sering disebut sebagai “jantung kedua” tubuh.
Otot betis bekerja seperti pompa alami yang membantu mendorong darah kembali ke jantung. Setiap kali Anda berjalan atau bergerak, otot betis berkontraksi dan membantu aliran darah dari kaki ke atas. Namun, ketika fungsi ini terganggu, sirkulasi darah menjadi tidak optimal dan berbagai keluhan mulai muncul.
Betis: Jantung Kedua yang Sering Diabaikan
Ketika fungsi pompa betis tidak berjalan dengan baik, darah dapat tertahan di kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa berat, pegal, hingga pembengkakan. Dalam jangka panjang, gangguan ini dapat berkembang menjadi varises atau masalah pembuluh darah lainnya.
Apa yang Terjadi Saat Fungsi Ini Terganggu?
Ketika fungsi pompa betis tidak bekerja optimal, aliran darah dari kaki menuju jantung menjadi kurang efektif. Akibatnya, darah dapat tertahan di area kaki dan memicu berbagai keluhan yang sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal gangguan sirkulasi darah yang perlu diwaspadai.
Beberapa tanda yang sering muncul ketika fungsi pompa betis mulai terganggu antara lain:
- Betis terasa berat atau pegal
- Kaki mudah lelah meski aktivitas ringan
- Pembengkakan di area kaki atau betis
- Kram saat malam hari
- Perubahan warna kulit di area kaki
Keluhan ini sering dianggap normal, padahal bisa menjadi tanda awal gangguan sirkulasi darah.
Penyebab Pegal Betis yang Perlu Diwaspadai

Pegal betis tidak selalu disebabkan oleh kelelahan. Beberapa kondisi medis yang dapat menjadi penyebabnya antara lain:
- Kram otot akibat dehidrasi atau gangguan elektrolit
- Varises akibat gangguan katup vena
- Trombosis vena dalam / Deep Vein Thrombosis (DVT)
- Sindrom kompartemen
- Penyakit arteri perifer (PAD)
- Asam urat
Jika pegal betis disertai gejala tertentu, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan
Selain rasa pegal pada betis, ada beberapa gejala lain yang perlu diperhatikan. Tanda-tanda ini dapat menunjukkan adanya gangguan sirkulasi darah atau kondisi medis yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Mengenali gejala sejak dini dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Beberapa gejala penyerta yang tidak boleh diabaikan antara lain:
- Pembengkakan pada betis atau kaki
- Perubahan warna kulit
- Nyeri yang tidak membaik
- Kesemutan atau mati rasa
- Betis terasa hangat atau kemerahan
Gejala ini dapat menjadi tanda gangguan sirkulasi yang lebih serius.
Varises dan Kerusakan Fungsi Pompa Betis

Salah satu penyebab paling umum gangguan fungsi betis adalah varises. Ketika katup vena melemah, darah tidak dapat mengalir dengan optimal dan mulai menumpuk di kaki. Hal ini membuat fungsi pompa betis menjadi kurang efektif dan memperburuk sirkulasi darah.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi keluhan yang lebih serius seperti pembengkakan kronis hingga perubahan kulit.
Pendekatan Komprehensif untuk Kesehatan Sirkulasi
Di Jakarta Varices Clinic (JVC), kami memahami bahwa kesehatan betis berkaitan erat dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan. Melalui pendekatan multidisiplin, kami menyediakan evaluasi menyeluruh, mulai dari pemeriksaan sirkulasi, kesehatan pembuluh darah, hingga rekomendasi gaya hidup yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Jika betis mulai sering terasa pegal atau berat, mungkin itu bukan sekadar kelelahan biasa. Konsultasikan kondisi Anda bersama tim dokter Jakarta Varices Clinic (JVC) untuk menjaga sirkulasi darah tetap optimal dan aktivitas tetap nyaman setiap hari.
Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia
EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.
