Buat Reservasi Sekarang!
Whatsapp

Bagi umat Muslim, puasa Ramadan adalah momen yang penuh berkah. Namun, seringkali kita melihat fenomena yang unik: niatnya ingin sehat dan mendapat pahala, tapi justru setelah Lebaran banyak yang mengeluh sakit atau badan terasa berat. Mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya sederhana, yaitu karena kita sering kali “terlena” saat waktu berbuka dan sahur tiba.

Puasa adalah waktu terbaik bagi tubuh untuk melakukan detoksifikasi atau membuang racun secara alami. Namun, manfaat ini hanya bisa didapat jika kita disiplin menjaga apa yang masuk ke dalam perut.

Mengatur Ritme Makan: Sahur dan Buka yang Bijak

Kunci utama agar tubuh tidak lemas adalah keseimbangan nutrisi. Saat sahur, usahakan untuk tidak sekadar makan apa adanya. Meski selera makan biasanya belum muncul di dini hari, cobalah untuk tetap mengkonsumsi menu lengkap: ada karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Tips praktisnya, mulailah dengan segelas air mineral, lalu makanlah mendekati waktu imsak agar cadangan energi bertahan lebih lama selama berpuasa.

Saat berbuka, tubuh kita sangat membutuhkan energi cepat dalam bentuk glukosa. Namun, jangan langsung “balas dendam” dengan porsi besar. Mulailah dengan takjil atau kudapan manis yang ringan terlebih dahulu seperti kurma. Berikan kesempatan bagi enzim pencernaan untuk bekerja secara bertahap sebelum Anda menyantap makanan utama setelah shalat.

Langsung Tidur Setelah Sahur

Ada satu kebiasaan yang sering dianggap sepele tapi cukup berisiko: langsung tidur setelah sahur. Tubuh setidaknya butuh waktu dua jam untuk mencerna makanan. Jika kita langsung terlelap, metabolisme akan melambat dan makanan yang seharusnya jadi energi justru menumpuk jadi lemak. Belum lagi risiko asam lambung yang naik ke kerongkongan (refluks) yang membuat mulut terasa pahit dan dada terasa panas.

Memang tidak mudah mengubah kebiasaan lama. Namun, jika kita sadar betapa berharganya kesehatan jangka panjang, perubahan pola makan ini akan terasa lebih ringan untuk dijalani.

Ingin Puasa yang Lebih Maksimal dan Sehat?

Menjaga pola makan memang butuh strategi yang tepat agar tubuh tidak kaget dan tetap produktif. Jika Anda merasa bingung harus mulai dari mana atau ingin memastikan kondisi fisik tetap prima selama menjalankan ibadah ini, tidak ada salahnya berdiskusi dengan ahlinya.

Di Jakarta Varices Clinic, kami percaya bahwa kesehatan vaskular dan kebugaran tubuh sangat dipengaruhi oleh asupan gizi harian. Kami mengundang Anda untuk melakukan konsultasi gizi bersama tim profesional kami. Kami akan membantu merancang pola makan yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda, sehingga manfaat puasa benar-benar bisa Anda rasakan secara maksimal.

Telah ditinjau oleh: dr. Andrea Feraldho, MSc.


Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia

EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.


Sumber: 

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3239/asupan-gizi-yang-baik-saat-puasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *