
Kaki bengkak sering kali dianggap akibat terlalu lama berdiri atau kelelahan. Faktanya , pembengkakan pada kaki bisa disebabkan oleh kondisi yang berbeda, seperti edema (retensi cairan) atau varises akibat gangguan pembuluh darah. Meski terlihat serupa, keduanya memiliki penyebab dan penanganan yang tidak sama.
Edema dan Varises Memiliki Mekanisme yang Berbeda
Edema terjadi ketika cairan menumpuk di jaringan tubuh sehingga kaki tampak membengkak. Kondisi ini dapat dipicu oleh duduk atau berdiri terlalu lama, konsumsi garam berlebih, kehamilan, hingga gangguan pada jantung, ginjal, atau hati.
Sementara itu, varises terjadi ketika katup pada pembuluh darah tidak mampu mengalirkan darah kembali ke jantung dengan baik. Akibatnya, darah berkumpul di kaki, meningkatkan tekanan pada pembuluh darah, dan lama-kelamaan dapat menyebabkan pembengkakan.
Bagaimana Cara Membedakannya?
Meskipun sama-sama menyebabkan kaki bengkak, terdapat beberapa tanda yang dapat membantu membedakannya.
Edema umumnya ditandai dengan:
- Bengkak pada kedua kaki
- Kulit terasa tegang dan meninggalkan cekungan saat ditekan
- Pembengkakan dapat berkurang setelah kaki diangkat
- Tidak selalu disertai pembuluh darah yang terlihat
Varises umumnya disertai dengan:
- Pembuluh darah yang tampak menonjol atau berkelok
- Kaki terasa berat, pegal, atau berdenyut
- Kram pada malam hari
- Gatal atau rasa panas di sekitar pembuluh darah
- Bengkak yang semakin terasa setelah berdiri atau duduk dalam waktu lama
Mengapa Varises dan Edema Sering Terjadi Bersamaan?

Gangguan aliran darah akibat varises dapat meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah. Tekanan tersebut membuat cairan lebih mudah keluar ke jaringan sekitar sehingga kaki ikut membengkak. Semakin lama kondisi ini dibiarkan, pembengkakan dapat semakin sering terjadi dan berisiko menimbulkan komplikasi.
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?
Jangan menunggu hingga pembengkakan semakin parah. Segera lakukan pemeriksaan apabila:
- Kaki bengkak tidak kunjung membaik
- Bengkak disertai nyeri, rasa berat, atau pembuluh darah yang menonjol
- Terjadi perubahan warna kulit
- Muncul luka yang sulit sembuh di area kaki
- Bengkak hanya terjadi pada satu kaki dan muncul secara tiba-tiba
Pemeriksaan sejak dini membantu mengetahui apakah pembengkakan disebabkan oleh retensi cairan, gangguan pembuluh darah, atau kondisi medis lainnya.
Evaluasi Menyeluruh untuk Menentukan Penyebab

Di Jakarta Varices Clinic (JVC), setiap pasien mendapatkan evaluasi secara komprehensif untuk mencari penyebab kaki bengkak, bukan hanya mengatasi gejalanya. Melalui pemeriksaan Complete Leg Vascular Ultrasound, tim dokter dapat menilai kondisi pembuluh darah secara menyeluruh sehingga diagnosis dan rencana terapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.
Jika kaki Anda sering bengkak, terasa berat, atau disertai pembuluh darah yang mulai terlihat, jangan anggap sebagai kelelahan biasa. Konsultasikan kondisi Anda bersama tim dokter Jakarta Varices Clinic (JVC) untuk mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini dan menjaga kesehatan pembuluh darah dalam jangka panjang.
Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia
EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.
Sumber:
https://www.centerforvein.com/blog/varicose-veins-and-edema-heres-what-you-need-to-know
