Garis merah halus atau pembuluh darah kebiruan yang mulai terlihat di kaki sering dianggap sekadar masalah estetika. Padahal, kondisi ini dapat berkaitan dengan telangiektasis dan reticular vein, dua jenis gangguan pembuluh vena superfisial yang cukup sering ditemukan pada perempuan, terutama setelah melahirkan maupun pada usia lanjut.
Mengenal Telangiektasis dan Reticular Vein pada Kaki
Secara mekanisme, telangiektasis merupakan pelebaran pembuluh darah kecil di permukaan kulit yang tampak seperti jaring halus. Sementara itu, reticular vein adalah vena yang sedikit lebih besar dan berada di lapisan kulit yang lebih dalam, biasanya berwarna kebiruan atau kehijauan. Dalam banyak kasus, reticular vein dapat menjadi sumber tekanan yang kemudian memicu munculnya telangiektasis di area sekitarnya.
Perubahan Hormon Pasca Melahirkan dan Dampaknya pada Pembuluh Darah
Pada perempuan pasca melahirkan, perubahan hormon selama kehamilan berperan besar terhadap kondisi ini. Hormon progesteron dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks, sementara peningkatan volume darah serta tekanan dari rahim yang membesar dapat menghambat aliran balik darah dari kaki ke jantung. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan tekanan pada vena kaki sehingga pembuluh darah kecil lebih mudah melebar dan terlihat di permukaan kulit.
Risiko Gangguan Pembuluh Darah pada Lansia
Sementara pada lansia, mekanismenya lebih berkaitan dengan proses penuaan pada sistem vaskular. Elastisitas pembuluh darah secara bertahap menurun, dan fungsi katup vena dapat melemah. Ketika katup tidak lagi bekerja optimal, darah cenderung berkumpul di vena kaki dan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah kecil. Kondisi ini dapat memicu munculnya reticular vein maupun telangiektasis sebagai bagian dari perubahan sirkulasi vena.
Pilihan Penanganan: EVLA sebagai Terapi Andalan
Meskipun sering dianggap ringan, kemunculan pembuluh darah halus ini dapat menjadi indikasi awal perubahan pada sistem vena. Evaluasi medis membantu memastikan apakah kondisi tersebut hanya bersifat superfisial atau berkaitan dengan gangguan pembuluh darah yang lebih dalam.
Salah satu pendekatan terkini dalam penanganan varises adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA), yaitu prosedur minimal invasif yang menggunakan energi laser untuk menutup pembuluh vena yang bermasalah dari dalam. Prosedur ini dilakukan dengan panduan ultrasonografi, tidak memerlukan anestesi umum, dan pasien umumnya dapat beraktivitas kembali dalam waktu singkat setelah tindakan.
Kontribusi Phlebology

Pemahaman mengenai gangguan pembuluh darah terus berkembang melalui kolaborasi berbagai disiplin ilmu kedokteran. Salah satu referensi ilmiah yang membahas diagnosis dan terapi varises secara komprehensif adalah buku “Phlebology: Diagnosis dan Terapi Varises” yang ditulis oleh Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP(K), M.Kes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, dengan proses editorial yang melibatkan tim dokter multidisiplin dari JVC. Buku ini menjadi salah satu kontribusi penting dalam pengembangan ilmu phlebology di Indonesia dan memperkuat literasi medis mengenai kesehatan pembuluh darah.
Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia
EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.



