
Bekerja melebihi batas waktu yang wajar, atau kini dikenal sebagai overworking, semakin sering dianggap sebagai hal yang biasa. Lembur, jadwal kerja yang padat, serta waktu istirahat yang minim kerap dipandang sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun di balik normalisasi tersebut, tubuh perlahan menanggung konsekuensi serius, terutama pada sistem kardiovaskular yang berujung pada peningkatan tekanan darah hingga risiko hipertensi.
Sayangnya, hipertensi yang dipicu oleh overworking sering kali tidak disadari pada tahap awal. Dampaknya memang tidak langsung terasa, tetapi akan terakumulasi seiring waktu. Pada fase ini, tubuh mulai memberikan sinyal-sinyal halus seperti:
- Mudah merasa lelah meskipun aktivitas tidak berat;
- Sakit kepala yang berulang;
- Jantung berdebar;
- Rasa berat atau pegal pada kaki setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama.
Gejala-gejala tersebut mencerminkan kondisi pembuluh darah yang terus bekerja di bawah tekanan kronis, sehingga aliran darah tidak lagi berjalan optimal. Tanpa disadari, keadaan ini dapat berkembang menjadi gangguan sirkulasi serta peningkatan tekanan darah yang menetap, terutama apabila tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Jangan menunggu hingga kondisi memburuk!
Oleh karena itu, konsultasi dan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dapat dilakukan di JVC sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dengan pendekatan preventif yang tepat, produktivitas dapat terjaga tanpa harus dibayar dengan risiko kesehatan di masa depan.
Telah ditinjau oleh: dr. Andrea Feraldho, MSc.
Referance:
Yoo DH, Kang My, Paek D, Min B, Cho Si. Effect of Long Working Hours on Self-reported Hypertension among Middle-aged and Older Wage Workers. Ann Occup Environ Med. 2014;26.25.
