Buat Reservasi Sekarang!
Whatsapp

Tubuh terasa lelah setiap hari, sulit tidur, konsentrasi menurun, tetapi pekerjaan tetap berjalan. Burnout sering dianggap hanya berdampak pada kesehatan mental. Padahal, burnout atau stres berkepanjangan juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh, termasuk sistem pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya Deep Vein Thrombosis (DVT) pada orang yang memiliki faktor risiko tertentu.

Burnout memang bukan penyebab langsung DVT. Namun, ketika stres berlangsung dalam waktu lama, tubuh terus memproduksi hormon kortisol. Kondisi ini dapat memicu peradangan, memengaruhi proses pembekuan darah, dan seringkali disertai kebiasaan yang memperburuk sirkulasi darah, seperti duduk terlalu lama, kurang bergerak, kurang tidur, dan dehidrasi.

Bagaimana Burnout Mempengaruhi Pembuluh Darah?

Saat mengalami stres kronis (burnout), tubuh berada dalam kondisi siaga secara terus-menerus. Jika berlangsung dalam waktu lama, keseimbangan sistem kardiovaskular dapat terganggu dan meningkatkan beban pada pembuluh darah.

Beberapa perubahan yang dapat terjadi antara lain:

  • Peningkatan hormon kortisol dalam jangka panjang
  • Respons peradangan yang meningkat
  • Perubahan proses pembekuan darah
  • Tekanan pada sistem pembuluh darah yang lebih tinggi
  • Penurunan aktivitas fisik akibat kelelahan

Kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan sirkulasi, terutama bila disertai faktor lain seperti obesitas, merokok, penggunaan kontrasepsi hormonal, atau riwayat pembekuan darah.

Sinyal Tubuh yang Sering Diabaikan

Tidak sedikit orang menganggap keluhan pada kaki sebagai akibat duduk terlalu lama atau kelelahan bekerja. Padahal, beberapa gejala dapat menjadi tanda bahwa pembuluh darah perlu dievaluasi.

Perhatikan jika Anda mengalami:

  • Bengkak pada salah satu kaki
  • Nyeri atau rasa kencang pada betis
  • Kaki terasa hangat dibanding sisi lainnya
  • Perubahan warna kulit menjadi kemerahan atau kebiruan
  • Keluhan tidak membaik meski sudah beristirahat

Apabila gejala muncul secara tiba-tiba, terutama hanya pada satu kaki, segera lakukan pemeriksaan medis karena dapat mengarah pada kondisi yang lebih serius.

Cara Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah di Tengah Aktivitas

Mencegah gangguan pembuluh darah tidak hanya dimulai dari olahraga, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari yang mendukung sirkulasi darah tetap optimal.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan meliputi:

  • Peregangan setiap 30 hingga 60 menit dari bekerja dengan posisi yang sama. 
  • Tidur yang cukup dan berkualitas 
  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
  • Mengelola stres dengan baik dan positif
  • Rutin memeriksakan kesehatan jika memiliki faktor risiko

Pendekatan Menyeluruh untuk Kesehatan Pembuluh Darah

Di Jakarta Varices Clinic (JVC), kami memahami bahwa kesehatan pembuluh darah dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, kondisi jantung, hingga gangguan sirkulasi. Melalui pendekatan multidisiplin serta pemeriksaan Complete Leg Vascular Ultrasound, tim dokter dapat mengevaluasi kondisi pembuluh darah secara lebih komprehensif dan membantu menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Burnout bukan hanya tentang kelelahan mental. Ketika tubuh mulai memberikan sinyal, jangan menunggu hingga keluhan berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Konsultasikan kondisi Anda bersama tim dokter Jakarta Varices Clinic (JVC) untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan tetap aktif menjalani rutinitas setiap hari.


Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia

EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *