Hubungan Varises dan Kerusakan Kulit: Waspadai Tanda Ini!

Varises sering dianggap hanya sebagai masalah estetika pada kaki. Padahal, di balik pembuluh darah yang tampak menonjol, terdapat gangguan sirkulasi yang dapat berdampak langsung pada kesehatan kulit. Jika dibiarkan, perubahan pada kulit bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan pembuluh darah yang lebih serius.
Mengapa Varises Dapat Merusak Kulit?
Varises terjadi ketika katup pembuluh darah tidak berfungsi optimal sehingga darah menggenang di kaki. Penumpukan darah ini meningkatkan tekanan di dalam pembuluh, lalu mengganggu aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit. Dalam jangka panjang, kulit menjadi rapuh, menipis, dan kehilangan kemampuan alaminya untuk memperbaiki diri.
Akibat gangguan aliran tersebut, kulit mulai menunjukkan berbagai tanda perubahan. Keluhan yang sering muncul meliputi kulit yang menjadi kering dan terasa gatal, perubahan warna menjadi lebih gelap atau kecoklatan, serta kondisi kulit yang lebih tipis dan mudah mengalami lecet. Pada sebagaian individu, dapat timbul bercak kemerahan disertai peradangan yang dikenal sebagai dermatitis vena. Seiring waktu, luka kecil pun menjadi sulit sembuh dan pada tahap lanjut dapat berkembang menjadi ulkus vena atau borok pada kaki.
Hiperpigmentasi: Tanda Awal yang Sering Terlewat

Salah satu perubahan kulit yang paling sering dijumpai pada penderita varises adalah hiperpigmentasi, yaitu penggelapan warna kulit. Kondisi ini terjadi ketika sel darah merah keluar dari pembuluh vena yang mengalami kerusakan dan masuk ke jaringan sekitarnya. Seiring waktu, sel darah tersebut terurai dan meninggalkan endapan pigmen besi (hemosiderin) di dalam kulit, sehingga tampak warna coklat hingga kemerahan. Meskipun umumnya tidak disertai nyeri, hiperpigmentasi merupakan indikator awal adanya insufisiensi vena dan berpotensi berkembang menjadi gangguan kulit yang lebih serius bila tidak ditangani dengan tepat.
Setiap Orang Bisa Mengalami Tingkat Keparahan Berbeda
Perlu dipahami bahwa dampak varises terhadap kulit tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang hanya mengalami perubahan warna ringan, sementara yang lain dapat berkembang hingga peradangan berat dan luka kronis. Kondisi pembuluh darah, aktivitas harian, serta gaya hidup turut mempengaruhi tingkat keparahan yang dialami.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Untuk memastikan penyebab perubahan kulit, dokter akan melakukan pemeriksaan klinis menyeluruh, termasuk menilai warna, tekstur, dan tanda peradangan pada kulit. Pemeriksaan USG Doppler sering digunakan untuk mengevaluasi aliran darah, fungsi vena, serta adanya refluks yang tidak tampak dari luar. Diagnosis yang tepat sejak dini berperan penting dalam mencegah perburukan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Oleh karena itu, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda apabila kulit kaki tampak semakin menggelap dan meluas, rasa gatal atau perih tidak kunjung membaik, atau muncul luka yang sulit sembuh. Keluhan lain seperti nyeri, pembengkakan, sensasi panas, serta varises yang semakin menonjol dan mengganggu aktivitas sehari-hari juga menjadi sinyal bahwa penanganan profesional diperlukan.
Dengan penanganan yang tepat, varises dapat dikendalikan sejak dini untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah komplikasi di kemudian hari. Di Jakarta Varices Clinic (JVC), Anda dapat memperoleh evaluasi menyeluruh dan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi pembuluh darah secara individual.
Telah ditinjau oleh: dr. Andrea Feraldho, MSc.
Jakarta Varices Clinic
Indonesia’s Trusted Experts
Klinik Spesialis Varises Pertama dan Terlengkap di Indonesia
EVLA Center of Excellence
Excellence in Endovenous Laser Ablation: Teknologi laser minimal invasif untuk mengatasi varises tanpa operasi secara tepat, aman, dan terukur.
Sumber:
https://www.vascularsurgery.ae/conditions/varicose-vein-skin-changes
https://www.centerforvein.com/blog/can-varicose-veins-cause-skin-damage
