Buat Reservasi Sekarang!
Whatsapp

Jangan Anggap Remeh! Varises Esofagus Lebih Berbahaya dari yang Kamu Kira!

Kita sering dengar tentang varises di kaki. Tapi, tahukah kamu kalau varises juga bisa muncul di kerongkongan atau esofagus? Kondisi ini disebut varises esofagus, dan sayangnya, ini jauh lebih serius dari varises kaki. Yuk, kenali lebih dalam tentang varises esofagus, penyebab, gejala, dan cara mencegahnya!

Apa Itu Varises Esofagus?

Varises esofagus adalah pembengkakan pembuluh darah vena di lapisan esofagus (kerongkongan). Kondisi ini biasanya terjadi akibat peningkatan tekanan darah di dalam vena porta, yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah dari usus ke hati.

Penyebab Utama Varises Esofagus:

Penyebab paling umum dari varises esofagus adalah sirosis hati, yaitu kerusakan hati kronis yang menyebabkan jaringan parut. Sirosis hati dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Infeksi virus hepatitis B atau C
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Penyakit hati autoimun
  • Perlemakan hati non-alkohol (NAFLD)

Selain sirosis hati, varises esofagus juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang menyebabkan peningkatan tekanan vena porta, seperti:

  • Trombosis vena porta (penyumbatan pembuluh darah vena porta)
  • Schistosomiasis (infeksi parasit)

Kenapa Varises Esofagus Lebih Berbahaya dari Varises Kaki?

Varises esofagus lebih berbahaya karena memiliki risiko komplikasi yang serius, yaitu perdarahan. Pembuluh darah di esofagus sangat tipis dan rapuh. Jika tekanan di dalam pembuluh darah terlalu tinggi, pembuluh darah tersebut bisa pecah dan menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa.

Gejala Varises Esofagus:

Seringkali, varises esofagus tidak menimbulkan gejala sampai terjadi perdarahan. Gejala perdarahan varises esofagus meliputi:

  • Muntah darah (hematemesis)
  • Buang air besar berwarna hitam seperti aspal (melena)
  • Pusing atau lemas
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat
  • Penurunan kesadaran

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera cari pertolongan medis!

Diagnosis Varises Esofagus:

Varises esofagus biasanya didiagnosis dengan prosedur yang disebut endoskopi. Selama endoskopi, dokter akan memasukkan selang tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya (endoskop) ke dalam esofagus untuk melihat kondisi pembuluh darah.

Pengobatan Varises Esofagus:

Pengobatan varises esofagus bertujuan untuk mencegah perdarahan dan mengobati penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihan pengobatan varises esofagus meliputi:

  • Ligasi varises (variceal banding): Prosedur ini dilakukan dengan memasang karet gelang kecil di sekitar pembuluh darah varises untuk menghentikan aliran darah dan membuatnya mengerut.
  • Skleroterapi: Mirip dengan skleroterapi untuk varises kaki, prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan khusus ke dalam pembuluh darah varises untuk membuatnya menutup.
  • Obat-obatan: Obat-obatan seperti obat golongan beta-blocker dapat membantu mengurangi tekanan darah di dalam vena porta.
  • TIPS (Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt): Prosedur ini dilakukan dengan membuat saluran antara vena porta dan vena hepatika untuk mengurangi tekanan darah di dalam vena porta.
  • Transplantasi Hati: Pada kasus sirosis hati yang parah, transplantasi hati mungkin menjadi pilihan terakhir.


Pencegahan Varises Esofagus:

Cara terbaik untuk mencegah varises esofagus adalah dengan mencegah sirosis hati. Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah sirosis hati meliputi:

  • Vaksinasi hepatitis B
  • Menghindari konsumsi alkohol berlebihan
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengontrol kadar kolesterol dan gula darah
  • Berolahraga secara teratur


Kunjungi website JVC untuk informasi lebih lanjut tentang varises esofagus dan cara mengatasinya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *